Menikah beda gereja (katolik dan GKI) membuat urus-mengurus nya jadi lebih complicated daripada yang jalannya lempeng-lempeng aja a.k.a gerejanya sama.hehehe... *we have a different love story* :D
Urusan gereja:
Tempat GKI Kebayoran Baru-Panglima Polim.
Pendeta yang berkati: urusan si mas ludlud aja dehhh.. :P
Bunga: diurus sendiri lewat kantor gereja.
Choir: lewat kantor gereja.
Tata ibadah pernikahan: diurus gereja (setelah ada pembicaraan dengan calon mempelai).
Snack setelah pemberkatan: diurus sama Kakak :)
Dokumen: yang masih kurang surat baptis mas ludlud, sama sertifikat bina pranikah GKI.
Surat baptis siap bulan Desember. Bina pranikah ikut yang bulan Februari. Semua dokumen harus ready akhir Februari (3 bulan sebelum pernikahan dilaksanakan).
Gereja St. Matius Penginjil: yang belum lengkap surat baptis mas ludlud (desember siap), surat baptis yayaz yang diperbarui (urus di sekre gereja), Februari atau awal Maret kontak pastor paroki untuk penyidikan Kanonik.
Info-info soal pencatatan sipil terakhir yang gue dapet adalah, pencatatan sipil dilakukan mengikuti gereja dimana dilaksanakan pemberkatan pernikahan. Untuk kasus gw aman, karena catatan sipil di DKI Jakarta masih mau mencatatkan pernikahan beda Gereja. Namun untuk kasus-kasus tertentu dimana gereja termasuk di daerah Tangerang/Tangerang Selatan, (info dari pastor paroki gue), mereka sudah tidak mau lagi mencatatkan pernikahan beda gereja sekalipun sudah sah secara gerejawi! Bisa aja sih, tapi 5 juta IDR dulu yaaa! *it really happened* --sucks bangett! kotor! pernikahan suci dirusak dengan money.
Sebenernya sekarang ini lagi minggu tenang, lagi gak banyak yang diurusin :D jadi lumayan bisa napas-napas sejenak di weekend ini. 2 minggu yang lalu sudah berkejaran dengan yang namanya katering, rias manten, KPP dan macem2nya. huaaaaaaa...
Komentar
Posting Komentar