Langsung ke konten utama

IDEKU UNTUK PLN-Fleksibilitas Pembayaran

Di suatu hari yang tidak terlalu sibuk, saya iseng buka detik.com dan disitu ternyata ada hal yang menarik perhatian saya. Lomba Blog, Ideku untuk PLN. Langsung deh saat itu kepengen ikutan memberikan sedikit sumbangan pemikiran yang dituangkan di blog ini.

Awalnya ide ini terpikir gara-gara sering lihat salah satu anggota keluarga yang telat terus kalo bayar tagihan listrik. Soalnya saya ini heran, kenapa kok "rutin" terlambat? kan itu adalah hal yang memalukan. Terus saya perhatikan lebih lanjut, ternyata pembayarannya "rutin" setiap dua bulan sekali. Satu hal yang terlintas di benak saya adalah, "lho, dia bisa bayar tagihan selama dua bulan berikut dendanya, tapi kok kalau satu bulan selalu telat, sih? Padahal kan jumlah pembayaran selama dua bulan pasti lebih besar daripada kalau rutin membayar per bulan." Ternyata, hal ini dipengaruhi oleh pendapatan bulanan yang diterima saudara saya itu.
Nah kalau ternyata banyak konsumen model seperti ini, kasihan juga PLN-nya ya, tunggakan pelanggannya banyak banget.

Dari sini lah saya mencoba berdiskusi dengan beberapa kerabat yang tinggal di luar Indonesia. Setelah beberapa diskusi yang saya lakukan, dapat disimpulkan dua hal besar sebagai berikut:
1. Bagi warga Australia, pembayaran listrik ini dapat dilakukan per tiga bulan. Namun mereka sangat fleksibel dalam pembayarannya. Ada opsi lain, yaitu membayar setiap bulannya atau membayar setiap dua minggu. Hal ini sangat meringankan pelanggan karena dapat disesuaikan dengan waktu saat pelanggan gajian. Sistem pembayaran pun memungkinkan dengan auto debet, sehingga memudahkan pelanggan.
2. Di negara-negara seperti Belgia, Belanda dan Jerman, perusahaan penyedia listrik memberlakukan sistem pembayaran fixed cost. Berarti, selama satu tahun, jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan adalah sama. Perhitungan ini berdasarkan luas bangunan dan rata-rata penggunaan listrik selama sebulan. Pada akhir tahun, akan dilakukan adjustment. Apabila pembayaran mengalami kekurangan ya berarti akan ada sejumlah tagihan kepada pelanggan, sedangkan kalau pembayarannya lebih, berarti akan dikembalikan kepada pelanggan.

Nah dari hal-hal di atas, mungkinkah PLN memberikan opsi metode dan sistem pembayaran seperti yang dilakukan negara-negara tersebut? Nantinya dibuat kesepakatan resmi antara konsumen dan pihak PLN, sehingga menjadi jelas kapan pelanggan harus memenuhi kewajibannya. Juga tak lupa apa konsekuensi-konsekuensi yang harus dihadapi pelanggan bila kesepakatan tersebut dilanggar.


Menurut saya, hal ini mungkin akan meringankan pihak pelanggan yang tidak menerima penghasilan tetap setiap bulan, sebagai contoh petani yang memiliki masa panen per tiga bulan atau per enam bulan. PLN pun mungkin bisa mengurangi “catatan tunggakan pelanggan” setiap bulannya.
                
Sistem pembayaran yang serba online pun saya rasa akan sangat membantu bagi para konsumen. Seperti yang sudah ada, pembayaran melalui beberapa convenience store, kemudian atm, dan pembayaran melalui online banking sangat memudahkan terutama bagi konsumen-konsumen dengan tingkat kesibukan yang tinggi. Bila memungkinkan, lebih baik lagi bila ada opsi untuk automatic debet dari masing-masing rekening pelanggan. Hal ini juga dapat mengurangi adanya resiko keterlambatan karena lupa membayar sebelum tanggal 20 setiap bulannya.
                Dengan banyaknya opsi yang ditawarkan PLN kepada pelanggan, maka pelanggan dapat menentukan metode dan sistem pembayaran yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka. Hal ini juga diharapkan mengurangi jumlah “keterlambatan pembayaran” dan “tunggakan pelanggan” bagi pihak PLN. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vendor rias

Semoga dari sekian banyak vendors ga ada yang terlewat yah... Dari rias dulu deh reviewnya. Vendors untuk rias manten dan keluarga inti: firmamelati (ibu sasongko).  Ini emang vendors legendaris dan langganan keluarga besar gue. Mulai masih di rias langsung sama ibu sasongko sampai sekarang yang merias ibu tatik sasongko. Dari keseluruhan sangat kooperatif, kita cerewwet sampe tanya ke detail kain motifnya apa juga dilayani dengan baik. Dan mba dewi sasongko yang merupakan cucu dari ibu sasongko alm. itu pun menjawab via bbm atau telpon dengan sangat haluuss.. pokoknya emang njawani banget..  Jadi sewaktu rapat terakhir, pun sampai diingatkan 3 hari sebelum hari H puasa ya, karna yang merias kan juga puasa. Jadi janjian sama suami untuk puasa deh. Waktu itu pas banget rabu, kami dan jumat nya kami puasa. Pokoknya pelayanan sebelum, hari h dan sesudah hari H itu memuaskan, meskipun tidak luput dari kekurangan2. Ada dua sih sebenernya kekurangan yang tercatat. Yang pertama, ...

wedding ring photoshoot

Just another interesting photoshoot Sebelum cerita soal fotonya, cerita dulu tentang hunting cincinnya ya. Hunting cincin dimulai di melawai. Ubek-ubek aja seluruh daerah melawai itu. Harga sepasang sekitar 4.5 an rata-rata yang paling murah dengan persentase 75%, dan berat 10gr . Memang kami mencari yang emas kuning, dan sempet galau antara pake mata ato gak. Hasil dari muter-muter melawai hanya sekedar melihat-lihat sama koleksi beberapa kartu nama (singgalang sama toko emas sumatera). Untuk model, rata-rata dari toko ke toko kurang lebih sama aja. Waktu jalan-jalan ke MTA (mall taman anggrek), rencana beli jas dan gak sengaja menyasarkan diri ke toko jewellery. Naksir 1 model, tapi cuma in our dreams aja dulu. OUt of Budget! Akhirnya memang setelah mendengarkan berbagai pendapat, kami berdua setuju untuk membeli wedding ring di jawa tengah aja. Dengan pertimbangan, katanya sih kualitas nya memang lebih bagus dan harga lebih ok. Jadi libur natal kemarin kami berdua (bertiga di...

Bahan Kebaya

Ini bahan kain yang pertama untuk mama-mama bahan kain yang kedua ini untuk calon kakak gue and adek gue yang terakhir ini bahan untuk kebaya gue Ceritanya hunting itu sebenernya gue gak banyak tau karena gue pasrah ama nyokap yang lagi keluyuran di Semarang gegara dia pergi sebulan lamanya dan stay di tempat tante gue. Intinya gue sempet cerita kalo temen gue ngajakin ke mayestik sambil liat-liat kain di toko Fancy n mumbay. Waktu denger nama fancy, mom bilang, katanya untuk bahan kebaya putih gak ada yang bagus (ini sih soal selera). Tapi emang iya, untuk kebaya putih, broken white, off white, gue cuma nemu yang lebih sreg di mumbay. Gue sempet naksir satu kain yang enak bangettss plus murceee! Tapi apa daya emang belom jodo kali yaaa,, si kain kalo diliat-liat jadi gak broken white tapi jadi kekuningan, which is terlalu kuning buat keinginan gue. Sementara di fancy, emang yang lucu-lucu berwarna-warni itu yang bagus (lagi-lagi menurut selera gue). Padahal si fancy ini terk...