Langsung ke konten utama

Bistik lidah sapi

Jadi ceritanya sudah lama gak nulis di blog.
Hahaha (ampuni kelakuan yang gak konsisten ini).

Dua hari lalu pergi ke superindo buat belanja bulanan. Terus di section daging, ternyata ada lidah sapi masih fresh.(mooo...moooo...🐄🐄)
Alhasil kami beli setengah kilo. Karena sebenernya suami udah ngebet banget pengen lidah sapi dari jaman kapan tau. Cuma berhubung jarang ada, makanya baru kali ini beli.
Sampai rumah, googling lah kami mengenai cara mengolah lidah sapi.
Pertama-tama harus dibersihkan! Caranya rebus air di panci agak banyak. Kalo lidah agak amis, tambahkan jahe. Tapi kalau lidah masih fresh biasanya gak amis. Setelah air mendidih, masukan lidah. Rebus sekitar 1 setengah jam. Kalo pakai panci presto bisa lebih cepat. Setelah itu angkat dan dikuliti. (Bahasa gw sih dikeletekin kulitnya).
Kayak gini wujudnya

Kalo masih ada yang susah dikuliti, rebus lagi. Pokoknya sampai semua bisa dikuliti bersih.

Nah setelah itu dipotong-potong sebesar kurang lebih 1cm.

Siapkan bahan-bahannya.
Cengkih 5 biji
Bawang bombay 1/2 buah
Bawang merah 5 siung kalo agak kecil
Bawang putih 3 siung
Tomat 2 buah
Cabai 3 biji (tidak usah diiris, dimasukan utuh)
Jahe 1cm geprek
Lengkuas 2cm geprek
Daun salam 3 lembar
Kaldu sapi
Lada, pala, garam, kecap, gula secukupnya

Caranya gampang kok. Semua bawang-bawangan diiris tipis.
Kemudian tumis sampai harum, masukan jahe, lengkuas, daun salam.
Sesudah layu, tambahkan kaldu sapi. (Boleh tambah air).
Masukan potongan tomat dan cabai.
Tunggu sampai mendidih, lalu masukan potongan lidah. Biarkan sampai mendidih, lalu kecilkan apinya.
Tambahkan kecap, garam, gula, pala, lada. Cicipi. Biarkan 
rasanya tidak terlalu tajam karena nanti akan kita susutkan airnya.
Tunggu hingga rasa sudah meresap ke lidah dan lidah empuk.

Sajikan dengan kentang goreng, buncis dan wortel rebus.

Hasilnyaaaaa....... memuaskannnn kata suami..


Boleehh dicobaaa,, siapa tau sesuai dengan selera anda!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vendor rias

Semoga dari sekian banyak vendors ga ada yang terlewat yah... Dari rias dulu deh reviewnya. Vendors untuk rias manten dan keluarga inti: firmamelati (ibu sasongko).  Ini emang vendors legendaris dan langganan keluarga besar gue. Mulai masih di rias langsung sama ibu sasongko sampai sekarang yang merias ibu tatik sasongko. Dari keseluruhan sangat kooperatif, kita cerewwet sampe tanya ke detail kain motifnya apa juga dilayani dengan baik. Dan mba dewi sasongko yang merupakan cucu dari ibu sasongko alm. itu pun menjawab via bbm atau telpon dengan sangat haluuss.. pokoknya emang njawani banget..  Jadi sewaktu rapat terakhir, pun sampai diingatkan 3 hari sebelum hari H puasa ya, karna yang merias kan juga puasa. Jadi janjian sama suami untuk puasa deh. Waktu itu pas banget rabu, kami dan jumat nya kami puasa. Pokoknya pelayanan sebelum, hari h dan sesudah hari H itu memuaskan, meskipun tidak luput dari kekurangan2. Ada dua sih sebenernya kekurangan yang tercatat. Yang pertama, ...

wedding ring photoshoot

Just another interesting photoshoot Sebelum cerita soal fotonya, cerita dulu tentang hunting cincinnya ya. Hunting cincin dimulai di melawai. Ubek-ubek aja seluruh daerah melawai itu. Harga sepasang sekitar 4.5 an rata-rata yang paling murah dengan persentase 75%, dan berat 10gr . Memang kami mencari yang emas kuning, dan sempet galau antara pake mata ato gak. Hasil dari muter-muter melawai hanya sekedar melihat-lihat sama koleksi beberapa kartu nama (singgalang sama toko emas sumatera). Untuk model, rata-rata dari toko ke toko kurang lebih sama aja. Waktu jalan-jalan ke MTA (mall taman anggrek), rencana beli jas dan gak sengaja menyasarkan diri ke toko jewellery. Naksir 1 model, tapi cuma in our dreams aja dulu. OUt of Budget! Akhirnya memang setelah mendengarkan berbagai pendapat, kami berdua setuju untuk membeli wedding ring di jawa tengah aja. Dengan pertimbangan, katanya sih kualitas nya memang lebih bagus dan harga lebih ok. Jadi libur natal kemarin kami berdua (bertiga di...

Bahan Kebaya

Ini bahan kain yang pertama untuk mama-mama bahan kain yang kedua ini untuk calon kakak gue and adek gue yang terakhir ini bahan untuk kebaya gue Ceritanya hunting itu sebenernya gue gak banyak tau karena gue pasrah ama nyokap yang lagi keluyuran di Semarang gegara dia pergi sebulan lamanya dan stay di tempat tante gue. Intinya gue sempet cerita kalo temen gue ngajakin ke mayestik sambil liat-liat kain di toko Fancy n mumbay. Waktu denger nama fancy, mom bilang, katanya untuk bahan kebaya putih gak ada yang bagus (ini sih soal selera). Tapi emang iya, untuk kebaya putih, broken white, off white, gue cuma nemu yang lebih sreg di mumbay. Gue sempet naksir satu kain yang enak bangettss plus murceee! Tapi apa daya emang belom jodo kali yaaa,, si kain kalo diliat-liat jadi gak broken white tapi jadi kekuningan, which is terlalu kuning buat keinginan gue. Sementara di fancy, emang yang lucu-lucu berwarna-warni itu yang bagus (lagi-lagi menurut selera gue). Padahal si fancy ini terk...