It's a life changing moment when you have kids!
Percayalah, hidup kalian tidak akan sama lagi seperti ketika belum memiliki anak. Kalau di post beberapa tahun lalu saya pernah share tentang trying to conceive dan pada akhirnya pada September 2015 saya hamil dan melahirkan di Mei 2016, itu adalah benar-benar momen dimana kami berdua belajar dan bertransformasi. Belajar mempersiapkan diri untuk memberi yang terbaik secara fisik (dari sisi kesehatan) dan juga secara pendidikan. Ingatlah bahwa keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi anak untuk belajar. Ini bukan "pekerjaan" main-main.
Kebayang gak sih, apa yang akan kalian lakukan pertama kali ketika sebagai suami istri tahu bahwa akan menerima anugerah anak dari Tuhan. Bukan sekedar anak dari Tuhan, namun mereka memang anak-anak Tuhan. Tanggungjawab yang begitu besar, yang tidak bisa diremehkan dan dijalankan tanpa bekal ilmu sama sekali. Gak bisa! *sotoy* haha. No, bukan bermaksud sotoy, tapi itulah kehidupan kami semenjak hadirnya seorang anak di dalam keluarga kecil ini. Insting, feeling, sharing dari keluarga, kawan dll, memang banyak dan tidak ada salahnya belajar dari mereka, namun alangkah baiknya bila kita juga memanfaatkan ilmu yang memang sudah ada.
Semenjak kehamilan pertama, saya banyak baca buku, artikel dan konsultasi mengenai kehamilan dengan dokter (plus om saya yang memang SPOG). Pilah pilih sumber bacaan dan informasi pun penting karena di dunia maya ini tidak sedikit beredar mitos-mitos mengenai kesehatan dan kehamilan. Karena tentu saja tidak semua artikel ditampilkan dengan tujuan edukatif. Masih banyak bertebaran artikel-artikel di luar sana yang dapat mengakibatkan disinformasi. Maka, kalau memang merasa perlu, baiklah kita bertanya secara langsung dengan dokter yang menangani.
Jadi, apa saja sih yang saya lakukan selama kehamilan yang sudah terjadi dua kali ini?
Setelah kroscek dengan dokter dan kondisi ibu serta janin baik-baik saja, maka yang pertama saya lakukan adalah setting pikiran. Mindset saya ubah ke mode dimana proses kelahiran per vaginam adalah proses paling alamiah yang dialami oleh mamalia. Sehingga, bila tidak terindikasi kelainan dan suatu apapun yang sifatnya urgent, saya dan suami memutuskan untuk tidak SC. Untuk lengkapnya tentang gentle birth boleh deh meluncur ke akun bidankita. Belajarlah banyak disitu karena ilmunya dibagikan secara gratis.
Hal kedua, masih mengenai mindset, mengenai ASI. Bukan tanpa tujuan manusia digolongkan sebagai mamalia, dan memiliki kelenjar susu. Dan kelenjar susu ini aktif mulai dari saat kehamilan. Pasti ada donk, tujuannya, yaitu menyusui! Sejujurnya saya menyusui dengan keras kepala dan tidak dibawa stress.. MengASIhi bukan kewajiban tapi naluri alamiah. Itu yang saya pakai untuk diri saya sendiri. Karena kalau kewajiban kesannya seperti beban gitu ya. Padahal menjaga kewarasan selama menyusui juga adalah hal yang penting. Step by step yang bisa dilakukan untuk mendukung keinginan direct breastfeed sudah banyak bertebaran di internet. Namun bila masih menginginkan sumber yang valid, bisa ikut seminar AIMI ataupun langsung konsultasi dengan konselor laktasi. Saya dan suami waktu itu mengikuti seminar AIMI asi di Unair, Surabaya.
Selanjutnya hal ketiga yang saya persiapkan adalah fisik. Rutin yoga, atau senam hamil akan sangat-sangat membantu dalam kelancaran proses kelahiran. Tetapi perlu berhati-hati juga dalam melakukannya. Pilihlah instruktur yang terpercaya. Tidak semua guru yoga mahir menangani prenatal yoga. Jalan pagi setiap hari! sama suami tentu saja, karena bumil biasanya males banget dah apalagi kalau sudah hamil gede.
Persiapan kami berikutnya adalah hospital tour! Ya, kami melakukan hospital tour ke beberapa rumah sakit. Tanya semua yang ingin kalian tahu. Lihat kamarnya, lihat ruang bersalinnya, tanya tentang aturannya (apalagi sedang dalam kondisi pandemi covid19 seperti ini beberapa regulasi rumah sakit sudah berubah), fasilitasnya yang sudah include dalam pembayaran apa saja (kadang ada semacam -paket melahirkan normal/sc, berapa hari dan berapa harganya-tanyakan ke bagian admision rumah sakit). Atau mungkin pengen homebirth kaya Andien? haha itu keren banget sih tapi ku belum pede suruh begitu.
Jangan lupa mempersiapkan mental, karena proses kehamilan ini berbeda-beda. Menuntut kita untuk belajar bersabar, bahagia di segala situasi. Penting banget untuk memiliki support system dan affirmasi-afirmasi positive untuk membangun suasana hati dan kehidupan yang positif pula. Badan yang terasa berat, perubahan hormon yang bikin "aneh", syukurilah. Banyaklah berdoa!
Persiapan lainnya ya sebatas barang-barang bayi, kamar, skenario kalau terjadi hal emergency dan lain-lain gitu juga dipikirkan tapi effort paling besar ya memang pada hal-hal yang saya ceritakan sebelumnya.
Kira-kira itu sih yang saya bisa sharingkan dari pengalaman, hamil dua kali. Hal-hal yang saya persiapkan selama hamil. Kalau untuk suka duka selama hamil sih ya udah lah, ditelen aja bulet-bulet, karena semua akan berbuah manis ketika kau berhadapan langsung dengan si bayi kecil yang kalo udah gedean dikit jadi combro (pedes bro)!

Komentar
Posting Komentar